Kau laksana embun di pagi hari
beningmu sejukan alam
kilaukan raya dinginkan rasa
semangatkan jiwa saat pagiku memulai kelana
Ayah...
Lihatlah kami kini
Ibu, aku serta adik - adikku
juga cucu - cucumu
bangga padamu meskipun tubuhmu kini merapuh
Ayah...
lihatkah buah semangatmu dulu
tumbuhkan generasimu
sekalipun tak sehebat dirimu
namun torehan jiwamu tetap melekat ada
Ayah..
takdirmu semula kami anggap kejam
bahkan kami sempat menganggap kedilan Tuhan tak bersamamu
namun ternyata pradugaku salah belakadibalik dukamu yang kini dirasa
terselip cahaya surga
kami percaya Tuhan memngabarkan kebaikan dibalik penderitaanmu
Ayah...
kami hidup lebih baik karenamu
kami yakin sakitmu yang kini menghimpit
adalah ujianmu agar tulusmu tak mudah terhapus
dan kami lihat tegar itu ada padamu
Ayah...
sayang dan cinta kami padamu tak akan pernah lekang oleh jaman
kemarin, sekarang, dan selamanya.
kami mencintaimu Ayah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan saran sangat saya harapkan, bila berkenan tulisan ini bisa dipublikasikan/dtulis kembali asalkan nama pengarang ditulis kembali